Rabu, 19 Maret 2014

BIARLAH TUHAN YANG MENILAIMU



HADIAH Nobel Perdamaian yang diberikan pada Agnes Gonxha Bojaxhiu pada tahun 1976 takkan sebanding dengan mahkota surga yang dipakaikan Tuhan pada sosok perempuan yang lebih dikenal dunia dengan nama Mother Teresa itu.
Mengenal beliau lewat buku-buku yang saya baca, seperti melihat keindahan Tuhan dalam sikap, tutur kata dan wajah Mother Teresa. Dan salah satu yang memukau saya, adalah kata-kata beliau bagaimana untuk mengasihi.
Harus diakui sangat berat untuk dilakukan, tapi perempuan mungil yang dilahirkan 26 Agustus 1910 di Skopje, Republik  Makedonia itu hanya punya satu alasan, mengapa harus mengasihi siapapun. Alasan itu adalah Tuhan yang telah lebih dulu mengasihi. “Kasihilah sesama manusia, seperti bukan untuk dirimu, tapi untuk Tuhan.” 

Dan terhadap orang-orang yang mencemooh atau menghakimi kebaikan yang kita buat, misionaris yang bergelut dengan kemiskinan di jalan-jalan Kalkuta, India itu punya sebait kalimat yang menguatkan. BIARLAH TUHAN YANG MENILAIMU

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi, tetaplah berbuat baik.

Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.
Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka.

Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain.

Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan.

Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju padamu dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.
~ Agnes Gonxha Bojaxhiu ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar