Aku mengenalmu
Tanpa sengaja, tanpa direncana
Aku memandangmu dalam bibir keluh
Hanya hati berbisik, “Dia lah orangnya”
Aku tersenyum dan pikiranku berujar,
“Semoga hatiku tak salah kali ini”
Dan tak kusangka kau menyapaku
Meyakinkan aku bahwa bahagia adalah milikku
Dan kau
adalah bahagiaku
Aku terkejut seraya meyakinkan hati
Lalu malamku tiba-tiba terang benderang
Pagiku lebih cerah dari biasanya
Senyumku merekah
Aku mencintaimu sampai dalam tulang
Tak peduli harus menunggu
Hanya meyakini bahwa jika tulang rusuk ini
milikmu
Aku pasti akan kembali pada tubuhmu
Pasti…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar