HADIAH Nobel Perdamaian yang diberikan pada
Agnes Gonxha Bojaxhiu pada tahun 1976 takkan sebanding dengan mahkota surga
yang dipakaikan Tuhan pada sosok perempuan yang lebih dikenal dunia dengan nama
Mother Teresa itu.
Mengenal beliau lewat buku-buku yang saya
baca, seperti melihat keindahan Tuhan dalam sikap, tutur kata dan wajah Mother
Teresa. Dan salah satu yang memukau saya, adalah kata-kata beliau bagaimana
untuk mengasihi.
Harus diakui sangat berat untuk dilakukan, tapi
perempuan mungil yang dilahirkan 26 Agustus 1910 di Skopje, Republik Makedonia itu hanya punya satu alasan, mengapa
harus mengasihi siapapun. Alasan itu adalah Tuhan yang telah lebih dulu
mengasihi. “Kasihilah sesama manusia, seperti bukan untuk dirimu, tapi untuk
Tuhan.”
Dan terhadap orang-orang yang mencemooh atau
menghakimi kebaikan yang kita buat, misionaris yang bergelut dengan kemiskinan
di jalan-jalan Kalkuta, India itu punya sebait kalimat yang menguatkan. BIARLAH
TUHAN YANG MENILAIMU
Apabila engkau berbuat baik, orang lain
mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik
yang kau lakukan. Tetapi, tetaplah berbuat baik.
Terkadang orang berpikir secara tidak masuk
akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa
adanya.
Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan
mempunyai musuh dan juga teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah
kesuksesanmu itu.
Apabila engkau jujur dan terbuka, orang
lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka.
Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun
lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah
berhenti dan tetaplah membangun.
Apabila engkau menemukan kedamaian dan
kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi,
tetaplah berbahagia.
Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin
besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.
Berikan yang terbaik dari apa yang kau
miliki, dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang
terbaik.
Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara
engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain.
Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir
atas perbuatan baik yang kau lakukan.
Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju padamu
dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.
~ Agnes Gonxha
Bojaxhiu ~

