Saat badai menghantam, engkau menyembunyikan aku
dalam sebait doa tak terhenti.
Engkau malaikat tanpa sayap!
Saat kesenangan memporakporandakan imanku, engkau
terbang tinggi mengangkatku.
Engkau malaikat tanpa sayap!
Saat aku tak tahu ke mana kubawa langkahku,
engkau merelakan tanganmu menuntunku.
Engkau malaikat tanpa sayap!
Saat kumenangis tak henti merintih, engkau
menyediakan pelukan hangat meneduhkan.
Engkau malaikat tanpa sayap!
Saat perih menghapus ingatanku akan cinta Tuhan,
engkau merangkaikan kisah tentang Dia dan belas kasih-Nya.
Engkau malaikat tanpa sayap!
Saat bibir ini tak mampu lagi berdoa, engkau
berlutut dalam kerendahan memohonkan ampun untukku.
Engkau malaikat tanpa sayap!
Saat airmata tak mampu lagi menetes, engkau
menangis untukku
Engkau malaikat tanpa sayap!
Saat pedih perih merajam jantungku, tanganmulah
memungut satu per satu kepingan hatiku
Engkau malaikat yang kupanggil ibu!
Perempuan tak bercacat hati, jiwa dan raga
Maaf bila masih membuatmu menangis
Bersabarlah kali ini, untukku!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar