Jumat, 22 Juni 2012

Aku Melihat-Mu dari Air Mataku


Saat aku menangis
Aku tak melihat cahaya di depan sana
Tapi aku ingin terus menangis
Meski tak ada cahaya untukku

Saat aku menangis
Aku tak melihat tawa di depan sana
Tapi aku ingin terus menangis
Meski tawa takkan pernah jadi bagianku


Saat aku menangis
Aku tak melihat harapan di depan sana
Tapi aku ingin terus menangis
Meski harapan harus bersembuyi dariku

Karena saat aku menangis
Aku melihat-Mu di situ
Aku tertawa dalam setiap tetesan airmataku
Aku mendekap harapan di kalbuku

Aku ingin terus menangis
Agar Engkau selalu di dekatku
Pada-Mu aku bergantung
Pasrah tak terhingga

Aku hanya ingin melihat-Mu

Kamis, 14 Juni 2012

Engkau Malaikat yang Kupanggil Ibu!



Engkau malaikat tanpa sayap!

Saat badai menghantam, engkau menyembunyikan aku dalam sebait doa tak terhenti.

Engkau malaikat tanpa sayap!

Saat kesenangan memporakporandakan imanku, engkau terbang tinggi mengangkatku.

Engkau malaikat tanpa sayap!

Saat aku tak tahu ke mana kubawa langkahku, engkau merelakan tanganmu menuntunku.

Engkau malaikat tanpa sayap!

Saat kumenangis tak henti merintih, engkau menyediakan pelukan hangat meneduhkan.

Engkau malaikat tanpa sayap!

Saat perih menghapus ingatanku akan cinta Tuhan, engkau merangkaikan kisah tentang Dia dan belas kasih-Nya.

Engkau malaikat tanpa sayap!

Saat bibir ini tak mampu lagi berdoa, engkau berlutut dalam kerendahan memohonkan ampun untukku.

Engkau malaikat tanpa sayap!

Saat airmata tak mampu lagi menetes, engkau menangis untukku

Engkau malaikat tanpa sayap!

Saat pedih perih merajam jantungku, tanganmulah memungut satu per satu kepingan hatiku

Engkau malaikat yang kupanggil ibu!

Perempuan tak bercacat hati, jiwa dan raga
Maaf bila masih membuatmu menangis
Bersabarlah kali ini, untukku!