Terlalu Tangguh
Aku jiwa yang gundah gulana
Menangis dalam tawa berderai
Aku raga yang merana
Air mata menetes dalam senyumku
Aku bertarung melawan badai
Aku menari ketika hujan mengamuk
Aku berjalan tak tentu arah
Hanya melangkah tak berandai
Aku hati yang temaram
Aku pikiran yang melayang
Aku terbang dengan sayap patah
Menggapai rembulan terhempas awan
Aku diam seribu kata
Hanya bicara berjuta makna
Aroma tubuhku membangkai
Aku hancur dan lantak
Tapi aku nyawa tak terbunuh
Aku roh yang tak pernah mati
Aku berdiri tegak meski tersungkur
Aku punya Tuhan terlalu tangguh
Aku jiwa yang gundah gulana
Menangis dalam tawa berderai
Aku raga yang merana
Air mata menetes dalam senyumku
Aku bertarung melawan badai
Aku menari ketika hujan mengamuk
Aku berjalan tak tentu arah
Hanya melangkah tak berandai
Aku hati yang temaram
Aku pikiran yang melayang
Aku terbang dengan sayap patah
Menggapai rembulan terhempas awan
Aku diam seribu kata
Hanya bicara berjuta makna
Aroma tubuhku membangkai
Aku hancur dan lantak
Tapi aku nyawa tak terbunuh
Aku roh yang tak pernah mati
Aku berdiri tegak meski tersungkur
Aku punya Tuhan terlalu tangguh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar