Minggu, 25 Maret 2012

Selamanya di Sini


Aku tersungkur. Tulang-tulangku melemah. Tak kuasa kumengejarmu apalagi menahan langkahmu. Kian pasti kutatap nanar. Engkau menjauh. Airmata kembali menetes atas perih ini.
Aku harus menunggu. Itu desah batinku saat melihat langkahmu beranjak dariku. Bibirku keluh. Tak satu katapun terucap. Dan aku hanya bisa terus menangis.
Kemudian…
Aku merintih. “Pergilah. Terbanglah. Aku ikhlaskan”
Aku bukan yang kau inginkan. Tak cukup sempurna untuk membuatmu tinggal selamanya. Kau berhak memutuskan ke mana kakimu beranjak dan kemana sayapmu kau kepakkan.
Aku mengaduh. “Perih. Pedih. Mengapa bukan aku?”
Tak kuat aku kau tinggalkan.
Tapi aku takkan terjatuh. Demi kau, aku akan berdiri tegak. Meski tak kau dekap.
"Aku harus bertahan," bisikku dalam hati. Pikiranku teriris-iris tak mampu kugiring menuju kepalaku. Airmata terus menetes atas risau ini.
Aku di sini. Masih di sini. Selalu di sini. Untukmu, hingga akhir menutup mata…

Senin, 19 Maret 2012

Inginkan Kau


Inginkan KAU

Menghitung hari dengan menatap bintang
Berharap bulan terangkan malam
Dan matahari merangkul sejuk
Hidup hanya untuk sementara
Namun KAU bawa hingga berabad

Beragam warna kau toreh
Hitam saat aku tertawa
Kelabu saat aku tersenyum
Putih saat aku tersungkur
Memerah saat aku kedinginan

Tuhanku…
Airmataku tak terhitung banyaknya
Tak sebanding dengan kesenangan yang berderai
Tapi aku tak butuh semua itu
Tuhanku…
Aku hanya ingin KAU di sini
Saat badai menghantam hati
Dan meluluhlantakan tegarku
Tuhanku…
Aku hanya ingin KAU di sini
Mendekapku erat hingga raga ini tak melayang

Tuhanku…
Aku memudar tanpa sapa-Mu
Aku pucat pasi tanpa belas kasih-Mu
Tuhanku…
Untuk segala musim di hidupku
Tetaplah di sini



Sabtu, 17 Maret 2012

Terlalu Tangguh

Terlalu Tangguh

Aku jiwa yang gundah gulana
Menangis dalam tawa berderai

Aku raga yang merana
Air mata menetes dalam senyumku

Aku bertarung melawan badai
Aku menari ketika hujan mengamuk

Aku berjalan tak tentu arah
Hanya melangkah tak berandai

Aku hati yang temaram
Aku pikiran yang melayang

Aku terbang dengan sayap patah
Menggapai rembulan terhempas awan

Aku diam seribu kata
Hanya bicara berjuta makna

Aroma tubuhku membangkai
Aku hancur dan lantak

Tapi aku nyawa tak terbunuh
Aku roh yang tak pernah mati

Aku berdiri tegak meski tersungkur
Aku punya Tuhan terlalu tangguh